Kamis, 24 Mei 2012

Ihya'ul Mawat (Menghidupkan Lahan Mati)

Pengertian Ihya'ul Mawat
Ihya'ul mawat ialah seorang muslim menempati tanah yang tidak ada pemiliknya seorang pun dan memakmurkannya dengan menanaminya dengan pohon, dan tanaman, atau mendirikan sebuah bangunan di atasnya atau menggali sebuah sumur di dalamnya, lalu tanah itu dikhususkan baginya dan menjadi miliknya.

Hukum Ihya'ul Mawat
Ihya'ul mawat hukumnya boleh, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
Barangsiapa yang menghidupkan (menggarap) tanah yang mati (tidak bertuan), maka tanah itu menjadi miliknya. (HR Ahmad dan At Tirmidzi)

Beberapa ketentuan hukum mengenai Ihya'ul Mawat

Jumat, 11 Mei 2012

Teladan dari Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini -hafizhahullah-

Ketika saya membaca buku Al Insyirah fi Adabin Nikah, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul " Bekal-bekal Menuju Pelaminan Mengikuti Sunnah", karya Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini -hafizhahullah-, seorang muhaddits dari Mesir yang terkenal dan juga merupakan murid dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-, saya mendapati suatu bahasan yang menarik di footnote.
Ketika beliau sedang membahas sanad dari sebuah hadits, beliau mencantumkan perndapat para ulama tentang hadits tersebut, termasuk pendapat dari gurunya sendiri, Syaikh Al Albani. Berikut kutipannya:

Senin, 20 Februari 2012

Meniti Jalan Meraih Kecintaan Allah, Sebuah Catatan Singkat dari Istiqlal

Oleh Syaikh 'Abdurrazaq bin 'Abdul Muhsin Al 'Abbad -hafizhahullah-

1. Memberikan perhatian yang serius terhadap Al-Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [QS. An-Nisa : 82]

2. Mengenal asma-asma Allah yang husna (baik) dan shifatnya yang tinggi/ mulia. Dan Allah memiliki nama-nama yang indah, maka berdoalah dengan nama-nama itu. Orang yang paling mengenal Allah, maka dialah yang paling besar rasa takutnya pada Allah, dan paling jauh dari perbuatan maksiat.
Hamba-hamba Allah yang takut kepada Allah hanyalah para ulama (orang berilmu)”. [QS. Fathir : 28]

3. Senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan banyak berdoa padaNya, dan bersungguh-sungguh meminta pada Nya.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [QS. Al-Baqarah : 186]

Senin, 13 Februari 2012

Meluruskan Definisi Tasyabbuh

Tasyabbuh secara bahasa berarti meniru, mencontoh, mengikuti. Dalam riwayat yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

Barangsiapa yang (sengaja) menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka. (HR Abu Dawud)

Hadits di atas bersifat umum, sehingga tidaklah semata-mata menunjukkan celaan, akan tetapi bisa juga menunjukkan pujian. Hal ini tergantung pada konteks perbuatannya. Jika yang ditiru adalah yang baik, maka itu tasyabbuh yang terpuji, dan sebaliknya jika meniru yang buruk, maka itulah yang tercela. Contohnya dalam Al Quran disebutkan,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).

Jumat, 10 Februari 2012

Jangan Asal Forward!

Sering kita dapati suatu berita yang isinya seolah-olah penting sekali dan minta untuk disebarkan ke yang lain, padahal berita tersebut belum diperiksa dengan seksama. Tidak sedikit di antaranya yang ternyata hoax dan tanpa bukti. Fenomena ini lazim terjadi di era modern dimana komunikasi data bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Blackberry dengan layanan Broadcast-nya, e-mail dengan fasilitas Forward-nya, Facebook dengan fasilitas Share & Link, Twitter dengan retweet-nya, semua itu bisa dilakukan just by single click, lalu tersebarlah ke semua orang.

Tak ayal kebiasaan semacam ini kerap menimbulkan kepanikan dan ketakutan di masyarakat, persis seperti yang digambarkan dalam firman Allah,

Rabu, 01 Februari 2012

Menunda Shalat karena Pusing

Pertanyaan:
Bolehkah menunda shalat atau melaksanakannya di lain waktu karena sakit kepala dan migrain?

Jawab:
Alhamdulillah.
Pertama,
Allah telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk shalat pada waktu yang Dia tentukan. Dia berfirman yang artinya,
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS An Nisa: 104)

Senin, 19 September 2011

Sedikit Info Bekpek ke Rinjani

Bismillah.
Notes ini ditulis sebagai tindak lanjut dari rekues beberapa teman kami mengenai tips trik bekpek ke Rinjani, Lombok. Anda bisa dapatkan banyak infonya di google, tapi mungkin ada yang tidak available di google. Semoga tulisan ini mengcover beberapa hal yang Anda cari namun tidak anda dapatkan.

Porter
Porter di Rinjani itu cukup banyak. Rate-nya Rp.100rb/hari. Sedangkan naik rinjani bisa 3-5 hari tergantung fisik dan stamina, serta mau muncak atau nggak. Yang dicover porter itu adalah semua beban baik itu tenda, logistik, dan lain2 maksimal seberat 30 kg. Melebihi itu maka tambah porter lagi. Porter tidak menyediakan apapun kecuali tenaga angkat dan keterampilan memasak serta memasang tenda. Anda tidak perlu menyediakan tenda untuk porter, tapi Anda harus bawa tenda sendiri. Jadi simpelnya, jika Anda memanfaatkan jasa porter, tinggal bawa ransel kecil isi barang pribadi dan minuman/makanan ringan saja. Oia, porter di sini juga katanya terlatih untuk memasak berbagai jenis masakan, di antaranya masakan barat dan indonesia. Jadi tidak usah khawatir untuk masalah rasa ^^